
NGANJUK — Kamis, 06 Agustus 2026 bertempat di musholla madrasah, MTsN 1 Nganjuk menggelar kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diikuti oleh civitas akademika, mulai dari kepala madrasah, jajaran guru, tenaga kependidikan, dan siswa kelas IX unggulan Tahfidz MTsN 1 Nganjuk.
Sejak pukul 06:00 WIB, suasana religius dan penuh ketenangan telah menyelimuti area madrasah. Seluruh peserta berkumpul dan terbagi dalam beberapa majelis pelantun Al-Qur’an. Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dilaksanakan secara serentak hingga menuntaskan 30 juz, diselingi dengan lantunan salawat yang menambah kekhusyukan acara.
Kepala MTsN 1 Nganjuk Bapak Moh. Zuhal Ma’ruf dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia melalui perjuangan para pahlawan. Menurutnya, memperingati kemerdekaan tidak hanya sebatas kemeriahan lomba fisik, tetapi juga harus disempurnakan dengan ikhtiar spiritual.
“Kemerdekaan Indonesia adalah berkah dan rahmat dari Allah SWT yang diraih melalui perjuangan gigih para pahlawan. Melalui Khotmil Qur’an ini, kita memohon agar Indonesia, khususnya keluarga besar MTsN 1 Nganjuk, senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan keselamatan,” tegasnya beliau.
Rangkaian acara diakhiri dengan doa Khotmil Qur’an serta doa bersama yang dipimpin oleh Bapak M. Erfan Setiyawan selaku koordinator bidang keagamaan MTsN 1 Nganjuk. Sebelum doa dilantunkan beliau menyampaikan bahwa doa ini untuk kebaikan bangsa Indonesia. Khusus pada momen ini, doa dipanjatkan secara tulus ditujukan kepada para pahlawan kemerdekaan yang telah gugur, serta memohon perlindungan dan kejayaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di usia yang ke-81 tahun. Melalui kegiatan Khotmil Qur’an ini, MTsN 1 Nganjuk membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis dan berjiwa nasionalis, tetapi juga memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh (Hubbul Wathan Minal Iman). Iroelloh*)