
Nganjuk, 16 Oktober 2026, Kelas Tahfidz MTsN 1 Nganjuk kembali menggelar kegiatan khotmil Qur’an rutin bulanan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026. Kegiatan kali ini bertempat di kediaman Ibu Yunita Istiani Rohmah, salah satu pengelola kelas tahfidz sekaligus wali kelas VII B, bersama suaminya, Bapak Ali Syamsudin.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pengelola kelas tahfidz lainnya, yakni Ibu Nur Salimah dan Ibu Arina Haq. Para siswa berangkat dari pondok pada pukul 06.00 WIB menggunakan dua bus mini, dengan penuh semangat menyambut kegiatan yang memadukan ibadah, kebersamaan, dan pembelajaran di luar kelas.
Setibanya di lokasi, para siswa mengawali pagi dengan berolahraga. Siswa laki-laki bermain sepak bola, sementara siswi mengikuti senam bersama. Suasana pagi yang segar menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menyegarkan tubuh, menikmati keindahan alam, sekaligus belajar mentadabburi ciptaan Allah Swt.
Pada pukul 07.30 WIB, kegiatan khotmil Qur’an resmi dibuka. Para siswa dibagi untuk membaca Al-Qur’an, dengan setiap juz dibaca secara berpasangan dan saling menyimak. Melalui kegiatan ini, para siswa berkesempatan melancarkan bacaan, memperkuat hafalan, serta membiasakan diri untuk saling mengoreksi dengan penuh perhatian.
Rangkaian khotmil Qur’an kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Program Tahfidz, Ibu Arina Haq. Suasana khidmat menyertai doa yang dipanjatkan, sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Al-Qur’an senantiasa menjadi cahaya dan pedoman dalam kehidupan para siswa.
Usai doa khotmil Qur’an, Ibu Arina Haq mengajak para siswa merenungi berbagai peristiwa alam yang belakangan terjadi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik hingga gempa bumi dan berbagai bencana lainnya.
Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk memperlakukan alam dengan baik. Keimanan tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap dan tindakan kita terhadap sesama makhluk serta lingkungan tempat kita hidup.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.” (QS. Al-A’raf: 56).
Ayat ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak semestinya melakukan tindakan yang merusak keseimbangan dan kebaikan di bumi. Menjaga lingkungan dapat diwujudkan melalui langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, menghemat air, merawat tumbuhan, serta tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Para siswa juga diajak untuk memahami bahwa mencintai alam bukan sekadar menikmati keindahannya, melainkan turut menjaga kelestariannya. Sebab, bumi adalah amanah yang harus dirawat bersama, bukan dieksploitasi tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan.
Sebagai penutup refleksi, seluruh siswa kelas tahfidz memanjatkan doa untuk keselamatan Indonesia. Mereka berharap agar negeri ini senantiasa berada dalam lindungan Allah Swt., dijauhkan dari berbagai marabahaya, diberi kekuatan dalam menghadapi musibah, serta dianugerahi pemimpin dan masyarakat yang amanah, bijaksana, dan peduli terhadap kelestarian alam.
Semoga saudara-saudara yang terdampak bencana diberikan keselamatan, ketabahan, dan kemudahan untuk bangkit kembali. Semoga para petugas dan relawan yang berjuang di lapangan senantiasa diberi kesehatan serta perlindungan dalam menjalankan tugasnya.
Melalui kegiatan khotmil Qur’an rutin bulanan ini, Kelas Tahfidz MTsN 1 Nganjuk berharap dapat terus menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga luhur dalam akhlak, peka terhadap persoalan kemanusiaan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebab, menjadi generasi Qur’ani bukan hanya tentang seberapa banyak ayat yang tersimpan dalam dada, melainkan juga tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an hidup dalam sikap, kepedulian, dan tindakan nyata.
Semoga dari ayat-ayat yang dibaca tumbuh hati yang lembut, dari doa-doa yang dipanjatkan lahir kepedulian, dan dari kecintaan kepada Al-Qur’an hadir ikhtiar nyata untuk menjaga kehidupan serta merawat bumi ciptaan-Nya.