
Kota Tangerang(12/11), Tim riset MTsN 1 Nganjuk dengan judul “Spiritualitas Cinta Bumi: Pengembangan Kurikulum Qur’ani dalam Meningkatkan Kesadaran Ekologis Siswa di MTsN 1 Nganjuk” sukses melangkah hingga Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Riset Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi).
Karya ini bukan hanya penelitian ilmiah, tetapi juga implementasi nyata dari Kurikulum Qur’ani Berbasis Spiritualitas Cinta Bumi, hasil kolaborasi antara MTsN 1 Nganjuk dan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Miftahul Ula (PPHQ-MU).
Program ini menanamkan nilai-nilai keislaman yang hidup — iman, ilmu, amal, dan cinta bumi — sebagai bentuk kesadaran ekologis yang berakar pada ajaran Al-Qur’an.
🌸 Tiga Pilar Kurikulum Qur’ani
Kurikulum Qur’ani di MTsN 1 Nganjuk dikembangkan melalui tiga aspek utama pembelajaran:
Intrakurikuler:
PAI integrasi tahfidz
Kajian ayat-ayat ekologis
Green Qur’an Literacy
Eco Qur’an Quiz
Kokurikuler:
Tadabbur Alam Qur’ani
Green Legacy Project (Madrasah Hijau dengan 1 Pohon 1 Jiwa)
Gerakan memilah sampah, “Sampahku Tanggung Jawabku”
Ekstrakurikuler:
Eco Hadits Corner
Pramuka Cinta Alam
Program Kebersihan dan Konservasi Madrasah
Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan keimanan dan kepedulian ekologis siswa secara seimbang — mencintai Allah, menebar rahmat, dan menjaga bumi.
🌿 Apresiasi Nasional
Dalam ajang grand final OMI, juri menyampaikan kesan mendalam terhadap riset dan program ini.

“Program sebagus ini muncul dari madrasah yang sangat tawadhu’” ujar salah satu juri nasional dengan kagum.
Di Expo Riset OMI 2025, stan MTsN 1 Nganjuk cukup ramai dikunjungi. Di hari pertama da 112 pengunjung yang antusias mengunjungi dan menyimak penjelasan mengenai hasil penelitian ini.
Banyak pengunjung terinspirasi oleh dokumentasi implementasi Kurikulum Qur’ani yang mengintegrasikan pendidikan tahfidz, nilai ekologis, dan pembiasaan spiritual.

Kepala Kantor Kemenag Provinsi Maluku bahkan meminta poster dokumentasi program untuk dijadikan referensi pengembangan kurikulum serupa di wilayahnya.
Minat serupa datang dari Bangka dan Sumatera Barat, yang berencana menjalin kerja sama dalam pengembangan Kurikulum Qur’ani Cinta Bumi.
💬 Cinta Ilahi, Cinta Bumi
Para guru pendamping OMI dari Jawa Barat menyampaikan kesan yang sama.

“Program ini sangat sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Tagline ‘Mencintai bumi adalah wujud cinta pada Ilahi’ benar-benar menyentuh dan relevan dengan pendidikan zaman ini,” ujar salah seorang guru.
📖 Dari Riset Menuju Gerakan Pendidikan
Bagi MTsN 1 Nganjuk, riset ini bukan sekadar karya lomba, melainkan awal dari gerakan besar pendidikan Qur’ani di Indonesia.
“Bagi kami, riset ini bukan sekadar karya lomba, tapi awal dari sistem dokumentasi dan publikasi ilmiah madrasah agar program-program Qur’ani yang sudah berjalan dapat menginspirasi madrasah lain,” tutur bu Arina pembina tim riset MTsN 1 Nganjuk bidang ekoteologi ini.

Kurikulum Qur’ani MTsN 1 Nganjuk kini menjadi model pendidikan integratif — mendidik dengan ayat, menanam dengan cinta, dan menumbuhkan iman yang hijau di bumi yang lestari. 🌏