
KARANGANYAR – Udara sejuk di lereng Gunung Lawu, tepatnya di kawasan wisata Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu transformasi puluhan siswa MTsN 1 Nganjuk. Pada Kamis (30/4/2026), sebanyak 72 siswa yang tergabung dalam Kelas Unggulan Inspiratif melaksanakan program Outbound and Character Building sebagai langkah nyata mewujudkan generasi pemimpin yang tangguh, kreatif, dan melek teknologi.
Kegiatan yang mengusung tema “Building Future Leaders with Character, Creativity, and Connectivity” ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Sejak pukul 04.30 WIB, suasana khidmat menyelimuti keberangkatan para peserta di halaman madrasah yang diawali dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan pembekalan singkat.
Plt. Kepala MTsN 1 Nganjuk, Moh. Masrukin, M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa pendidikan di era modern tidak boleh hanya terpaku pada angka-angka di atas kertas. “Siswa Kelas Unggulan Inspiratif dipersiapkan bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara personal dan adaptif terhadap teknologi. Melalui kegiatan di alam terbuka ini, kita mengajak mereka keluar dari zona nyaman untuk mengasah jiwa kepemimpinan,” ujarnya.
Uji Nyali dan Kerja Sama di Arus River Tubing
Destinasi pertama yang memacu adrenalin adalah aktivitas river tubing. Di sini, para siswa diajak menaklukkan arus sungai yang jernih namun menantang. Kegiatan ini bukan tanpa tujuan; ia dirancang sebagai simulasi resilience atau ketangguhan. Para siswa belajar untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan dan hambatan fisik, sebuah filosofi yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Setelah puas berbasah-ria, keceriaan berlanjut ke area kebun teh dan Lembah Sumilir. Dengan menggunakan armada Jeep, para peserta menyusuri jalanan berliku menuju Kali Pucung, Bukit Teh Atas, hingga menjajal sensasi berjalan di atas Jembatan Kaca yang ikonik.
Integrasi Literasi Digital dan Public Speaking
Salah satu pembeda utama outbound kali ini adalah adanya Lembar Kerja Siswa (LKS) yang harus diselesaikan secara langsung di lapangan. Ketua Panitia, Rini Nurul Hidayati, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengintegrasikan empat pilar utama: Character Building, Soft & Life Skills, Public Speaking, dan ICT Empowerment.
“Kami tidak ingin mereka hanya bersenang-senang. Siswa diwajibkan melakukan observasi ekosistem, melakukan orasi singkat selama 60 detik di alam terbuka untuk melatih kepercayaan diri, hingga membuat konten kreatif berupa vlog atau video pendek menggunakan aplikasi seperti CapCut atau Canva,” terang Rini di sela-sela kegiatan.
Dalam pantauan di lapangan, para siswa tampak antusias berburu objek foto unik di kebun teh untuk kemudian dideskripsikan menggunakan kaidah Bahasa Indonesia yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa literasi dan teknologi dapat berpadu harmonis dengan aktivitas luar ruangan.
Sentuhan Spiritual di Masjid Syeikh Zayed
Menjelang sore, rombongan bergerak menuju pusat oleh-oleh Makutoromo untuk beristirahat dan menunaikan salat Magrib. Perjalanan edukasi ini kemudian ditutup dengan kunjungan religi ke Masjid Syeikh Zayed di Solo. Di bawah kemegahan arsitektur masjid, para siswa melaksanakan salat Isya berjamaah, memberikan ruang bagi refleksi spiritual setelah seharian beraktivitas fisik dan mental.
Salah satu peserta kelas 9 mengungkapkan kesannya terhadap acara ini. “Ini pengalaman yang tak terlupakan. Saya belajar bahwa memimpin itu bukan soal memberi perintah, tapi soal bagaimana berkomunikasi secara persuasif dan bekerja sama dalam tim,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kegiatan yang didampingi oleh 8 pengelola kelas unggulan ini berakhir saat bus rombongan tiba kembali di MTsN 1 Nganjuk sekitar pukul 23.00 WIB. Meski tampak lelah, raut wajah para siswa memancarkan kepuasan. Mereka pulang membawa oleh-oleh yang lebih berharga dari sekadar buah tangan: sebuah karakter yang lebih kuat, mental yang tangguh, dan janji pada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui realisasi program ini, MTsN 1 Nganjuk kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan literasi digital yang mumpuni untuk menjawab tantangan zaman. (Jurnalis MTsN 1 Nganjuk)